![]() |
| Add caption |
Pagi ini aku benar-benar merasa asing di tempat yang sudah lama tak
aku singgahi,Kanan kiriku hanyalah bongkahan bebatuan,kayu,dan sisa-sisa
bungkus makanan. Sepasang enggang gading yang dulu menyapaku setiap
pagi kini entah kemana, Mataku mencarinya di setiap sudut tempat aku
berdiri sekarang, Tapi aku tak mejumpainya,bahkan aku tak menjumpai
dahan dan ranting tempat dulu mereka hinggap dan memberiku senyum
seiring embun pagi menyapaku,Udara pun tak sesegar dahulu,dimana aku
sekarang ? apa aku tersesat? Sejengkal aku melangkahkan kaki menuju
tempat dimana dulu ada otong dan kawan-kawan nya berkumpul, ya..dia
adalah sekumpulan domba yang mencari makan di tempat ini “dulu”.
Ternyata mereka masih ada, tapi sesaat mata dan hatiku terkejut!
mulutkupun bergumam melihat mereka hanya diam dengan tatapan wajah yang
lesu,badan nya pun mengurus, itu kah kalian yang dulu? apa itu benar
otong? ya benar,itu otong, tapi kenapa kamu kurus sekali? dimana
rerumputan itu tong? tidak mungkin habis kau makan! aku tau alam ini
tidak sejahat berita bencana yang hiperbola! kemudian aku melangkahkan
kakiku sedikit jauh dari tempat aku berdiri sekarang,aku berusaha
menemui sahabatku yang lain, ya aku rindu pino dan poni,dua ekor ikan
guppy yang sengaja aku lepas mereka di parit ini, merekapun hilang!
mereka hilang! kemana mereka? kepada siapa aku betanya? tapi kenapa
parit itu masih ada? tapi kenapa hanya sampah dan genangan air kotor
yang menghuni kolam surga itu? apa pino dan poni ada di balik gundukan
sampah neraka itu? tidak! merekapun hilang! mungkin juga mereka mati!
kemana jernih airku? kenapa biru yang mengalir? kenapa sampah yang
mengambang? kenapa? kenapa tuhan?!! Hari semakin siang, tempat ini yang
biasa ramai dengan celoteh merdu enggang gading yang bernyanyi,suara
gaduh otong dan kawan-kawan nya bermain di rerumputan,dan gemercik merdu
dan tarian pino dan poni,sekarang tiada lagi! aku menengok ke
atas,suara gaduh mesin-mesin kota mulai mendominasi di jam 9 pagi ini,
aku melihat saudara-saudara ku yang dulu, begitu bangga memakai
caping,membawa cangkul dan serantang makanan bekal untuk siang hari,
sekarang berbaur dengan mesin-mesin proyek yang seakan menjadi monster
alam! Wahai tuan modernisasi dan globalisasi, masih adakah ruang untuk
kami merasakan karunia alam bebas ini? masih adakah yang kau sisakan
untuk kami? kami memang butuh uang,tapi alam ini lebih berharga daripada
segepok dolar mu tuan tanah! kembalikan alamku,kembalikan
lestariku,kembalikan agrarisku,kembalikan tuan..kembalikan!
-Cix moreno-

No comments:
Post a Comment